Pengunjung

Counter Powered by  RedCounter

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 12 Maret 2013

MENUJU GURU PROFESIONAL GEOGRAFI (Bagian 1)


By Hendri Prastiyono,S.Pd

Pembelajaran dapat berlangsung lancar dan kondusif serta mencapai efektivitas dan efisiensinya, manakala guru memiliki dan mengaplikasikan kompetensinya sebagai guru atau tenaga pendidik. Proposisi yang dijadikan landasan bahwa PGBK (Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi) dapat membekali kemampuan guru, baik kemampuan mendidik maupun kemampuan mengajar adalah sebagai berikut:
1) Guru adalah orang yang berpendidikan artinya memiliki latar belakang kependidikan dan pengajaran yang mendalam.
2) Perbuatan guru merupakan manifestasi dari penguasaan dan pemahamannya tentang ilmu perilaku (behavioral science).
3) Keputusan yang diambil guru berdasarkan pertimbangan dan pemikiran yang rasional.
4) Guru menguasai teknik-teknik komunikasi dan strategi mengajar dengan baik.
5) Guru melaksanakan tugas dan perannya secara profesionalisme.

Guru harus memiliki kemampuan dalam membimbing siswa dan mengarahkannya sehingga siswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan potensi dirinya. Potensi dasar mental yang dimiliki setiap siswa adalah rasa ingin tahu (sense of curiosity), rasa ingin mencoba (sense of trial), rasa ingin dihargai dan diakui (sense of esteem), rasa ingin belajar (sense of learning), dan ingin berhasil atau berprestasi (sense of need for achievement), rasa tertarik (sense of interest), dan rasa ingin melihat yang sesungguhnya (sense of reality). Sedangkan potensi dasar yang dimiliki oleh siswa yakni minat, bakat (talenta), dan intelegensi, keberadaan berbeda pada
setiap siswa.

Dalam Buku II Program Akta V-B (1982: 25-26) diungkapkan sepuluh kemampuan dasar yang harus dikuasai guru, yakni sebagai berikut:
1) Menguasai bahan yang meliputi bahan bidang studi dan bahan pengayaan.
2) Mengelola progaram belajar-mengajar yang meliputi: perumusan tujuan instruksional (pembelajaran), mengenal dan dapat menggunakan prosedur instruksional yang tepat, melaksanakan program belajar-mengajar, mengenal kemampuan anak didik, serta merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial.
3) Mengelola kelas meliputi pengaturan tata ruang kelas untuk pengajaran, dan menciptakan iklim belajar-mengajar yang sesuai.
4) Menggunakan media/sumber pengajaran yang meliputi pengenalan-pemilihan penggunaan
media, pembuatan alat-alat bantu sederhana, penggunaan dan pengelolaan laboratorium dalam rangka proses belajar-mengajar, penggunaan perpustakaan, penggunaan unit micro-teaching.
5) Menguasai landasan-landasan kependidikan.
6) Mengelola interaksi belajar-mengajar.
7) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.
8) Mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah.
9) Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.
10)Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran.

Gambar 1. Kompetensi Guru Geografi

Guru geografi adalah mereka yang berlatar belakang pendidikan berasal dari lembaga pendidikan yang secara yuridis formal memiliki kewenangan menghasilkan tenaga kependidikan, secara khusus pada mata pelajaran geografi. Mereka secara kualifikasi memiliki tugas menjadi tenaga pengajar pada jenjang pendidikan tertentu dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, mereka memiliki kompetensi yang komprehensif, yakni dalam penguasaan bidang studi dan didaktik-metodik.
Kompetensi yang dimiliki guru geografi sama dengan kompetensi guru lainnya, namun terdapat beberapa kompetensi khusus. Daldjoeni (1991: 115) mengemukakan lima kemampuan yang harus dimiliki oleh guru georgafi, sehingga dapat dibedakan dengan guru lainnya. Kelima kompetensi tersebut merupakan syarat untuk menjadi guru geografi yang ideal, yaitu:
1) Mempunyai perhatian yang cukup banyak kepada permasalahan kemanusiaan
2) Mempunyai kemampuan untuk menemukan sendiri faktor-faktor lokatif, pola-pola regional dan relasi keruangan yang terkandung oleh, ataupun tersembunyi di belakang gejala sosial.
3) Mampu dan menyenangi kegiatan observasi secara mandiri di lapangan.
4) Memiliki kemampuan mensintesakan data yang berasal dari berbagai sumber.
5) Mampu membedakan serta memisahkan kausalitas yang sungguh, dari hal-hal yang sifatnya kebetulan belaka.

Menjadi guru professional geografi yang bisa dihandalkan oleh pihak stake holder (sekolah, diknas maupun institusi lain) menurut penulis adalah memiliki beberapa hal sebagai berikut:
1.      Berpengalaman dalam mengajar dan diajar (jam terbang tinggi)
2.      Teknik komunikatif dan inovatif pengajaran berupa ice breaking maupun apersepsi
3.      Memiliki buku-buku pegangan keilmuan (bukan buku pelajaran atau BSE)
4.      Menguasai kelas apapun situasi dan kondisi (kelas kurus maupun gemuk, ramai atau tenang)
5.      Menguasai ilmu geografi secara mendalam (secara teoritik, analisis maupun terapan)
6.      Mampu membimbing OSN Geografi dan Kebumian
7.      Selalu berdedikasi diri untuk pengabdian kepada siswa, sekolah, masyarakat dan bangsa
8.      Mampu melakukan studi observasi lapangan serta mempraktekkan
9.      Mampu melakukan penelitian keilmuan maupun tindakan kelas
    10.  Menguasai teknologi informasi dan multimedia berbasis geografi (bisa buat animasi) 

Daftar Rujukan
Daldjoeni, N. 1982. Pengantar Geografi Untuk Mahasiswa dan Guru Sekolah. Bandung. ALUMNI.           
Epon Ningrum. 2007. Belajar Dan Pembelajaran Geografi. Jurdik geografi UPI Bandung
Jones, A.S. Bagford. 1979. Strategies for Teaching. London. The Scrarecrow Press, Inc.
Uzer Usman, M. 1999. Menjadi Guru Profesional. Bandung. Remaja Rosdakarya.



Jumat, 01 Maret 2013

Pesan buku geografi online

Info buat guru geografi se-Indonesia dan persiapan OSN Geografi 2013
Rekomendasi pesan buku geografi online di palasarionline.com Bandung. klik-tinggal pesan-bayar-terima.
              Judul                                                             Pengarang                              harga      diskon
                                                     

Minggu, 10 Juni 2012

HASIL UKK GEOGRAFI KELAS X


bagi yang lain tidak termasuk bisa didownload disini



Sabtu, 31 Maret 2012

TO KEBUMIAN 2012

dowload soal di bawah ini:
SOAL
kerjakan dalam waktu 2,5 jam dirumah dan dikumpulkan kembali pada hari senin pagi 2 april 2012

TO KEBUMIAN 2012

Download soal dibawah ini: kerjakan dalam waktu 2,5 jam dirumah tanpa melihat buku dan dikumpulkan kembali esok hari senin 2 april 2012.
SOAL TRY OUT KEBUMIAN OSK 2012

Minggu, 15 Januari 2012

Lingkungan



LINGKUNGAN

Pengertian dan Unsur Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah wilayah di sekitar manusia dengan berbagai macam komponen yang terkandung di dalamnya, baik
komponen hidup maupun tidak hidup yang berpotensi dalam menopang kebutuhan manusia. Hal ini sesuai dengan pengertian
yang terkandung dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ekologi adalah Ernest Hackel (1834 – 1919) pada tahun 1860. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu “oikos” yang berarti rumah dan “logos” yang berarti ilmu. Secara harfiah ekologi adalah ilmu tentang mahkluk hidup dalam rumahnya, atau dapat diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga mahkluk hidup.
·         Menurut Miller (1975), ekologi adalah ilmu mengenai hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya.
·         Menurut Odum (1971) ekologi adalah suatu sendi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem.
·         Menurut Otto Soemarwoto  lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang ada pada setiap makhluk hidup atau organisme dan berpengaruh pada kehidupannya.

Kualitas lingkungan hidup dapat dibedakan berdasarkan karakteristik biofisik, sosial-ekonomi, dan budaya. Secara umum, unsur lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik (lingkungan organik) merupakan komponen makhluk hidup yang menghuni planet bumi, terdiri atas mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia.
Secara khusus, lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi:
1) produsen, dalam hal ini tumbuhan yang memproduksi sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya;
2) konsumen, yaitu hewan serta manusia; dan
3) pengurai, yang merupakan mikroorganisme yang merombak dan menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati.
Termasuk ke dalam kelompok pengurai adalah jamur, bakteri, dan cacing tanah.

b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik merupakan kondisi yang terdapat di sekeliling makhluk hidup berupa benda mati (unsur anorganik), seperti batuan, tanah, mineral, dan udara. Lingkungan abiotic dinamakan juga lingkungan anorganik.

Keterbatasan ekologi
Planet bumi yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang biak memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam perkembanganya pada organisme mengalami seleksi alam,

Kerusakan Lingkungan
Beberapa contoh pencemaran yang banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai berikut.
a. Pencemaran Tanah            b. Pencemaran Air c. Pencemaran Udara             d. limbah padat

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
Dasar Hukum:
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 mengenai Analisis Dampak Lingkungan,
PP No. 19 Tahun 1999 mengenai Pengendalian Pencemaran Danau atau Perusakan Laut,
Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Konservasi dalam arti sederhana adalah pengawetan, perlindungan, atau penyelamatan sumber daya alam. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990. Konservasi adalah pengelolaan sumber daya lingkungan yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.
Beberapa contoh bentuk upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup pada wilayah daratan, antara lain sebagai berikut.
1. Reboisasi, yaitu berupa penanaman kembali tanaman terutama pada daerah-daerah perbukitan yang telah gundul.
2. Rehabilitasi lahan, yaitu pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang kritis dan tidak produktif.
3. Pengaturan tata guna lahan serta pola tata ruang wilayah sesuai dengan karakteristik dan peruntukan lahan.
4. Menjaga daerah resapan air (catchment area) diupayakan senantiasa hijau dengan cara ditanami oleh berbagai jenis tanaman keras sehingga dapat menyerap air dengan kuantitas yang banyak yang pada akhirnya dapat mencegah banjir, serta
menjadi persediaan air tanah.
5. Rotasi tanaman baik secara tumpangsari maupun tumpanggilir, agar unsur-unsur hara dan kandungan organik tanah tidak selamanya dikonsumsi oleh satu jenis tanaman.
6. Penanaman dan pemeliharaan hutan kota. Hal ini dimaksudkan supaya kota tidak terlalu panas dan terkesan lebih indah.
Mengingat pentingnya hutan di daerah perkotaan, hutan kota sering dinamakan paru-paru kota
7. Pembuatan sengkedan (terasering) atau lorak mati bagi daerahdaerah pertanian yang memiliki kemiringan lahan curam yang rentan terhadap erosi.

Hakikat Pembangunan Berkelanjutan

Di dalam istilah sehari-hari, pembangunan berwawasan lingkungan hidup sering dikemukakan sebagai pembangunan berkelanjutan. Adapun pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan berwawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan yaitu:
1. pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana;
2. pembangunan berkesinambungan sepanjang masa; dan
3. peningkatan kualitas hidup generasi.

Pertemuan Se Dunia Tentang Bumi & Pembangunan Berkelanjutan
KTT Bumi tahun 1972 setelah pelaksanaan konperensi internasional mengenai "Human Environment" di Stockholm, Swedia
KTT Bumi tahun 1982 di Nairobi, Kenya
Protokol Montreal 1982
 KTT Bumi di Rio de Janeiro, Brazil tahun 1992 telah menghasilkan Deklarasi Rio, Agenda 21, Forests Principles dan Konvensi
Perubahan Iklim (Climate Change) dan Keanekaragaman Hayati (Biodiversity).
Protokol Kyoto 1997
KTT Bumi di Johannesburg, Afrika Selatan pada 2002
KTT Climate Change tahun 2008 di Bali,  Indonesia

Kualitas Lingkungan Hidup Berdasarkan Kriteria Tertentu (Biofisik, Sosial-Ekonomi, Dan Budaya)

1.       Pengertian lingkungan hidup dan komponennya
Komponen lingkungan hidup dibedakan menjadi komponen benda-benda hidup (biotik) dan komponen benda-benda mati (abiotik).
Ekosistem merupakan kesatuan atau tatanan yang didalamnya berupa komponen biotik dan abiotik.
2.       Kriteria hukum-hukum yang berlaku dalam suatu lingkungan
·         Suatu lingkungan memiliki keteraturan secara alamiah
·         Suatu lingkungan mempunyai kemampuan tersendiri selama masih berimbang
·         Unsur-unsur dalam suatu lingkungan berinteraksi satu sama lain secara alamiah
·         Interaksi dalam suatu lingkungan dilakukan masing2 komponen
·         Dalam batas-batas tertentu terjadi perubahan susunan komponen
3.       Pemanfaatan Lingkungan Hidup
·         Digunakan untuk memnuhi kebutuhan hidup manusia seperti manusia membutuhkan air untuk keperluan minum, memasak dan mandi
·         Digunakan untuk industri
·         Digunakan oleh pemerintah sebagai daerah konservasi agar lingkungan hidup terjaga, seperti adanya suaka margasatwa
·         Digunakan sebagai bahan kajian, penelitian dan pengembangan oleh pihak-pihak terkait
·         Pemasaran unsur-unsur lingkungan hidup melalui pengembang biakan hewan dan tumbuhan dengan menciptakan permunian lingkungan hidup itu sendiri
·         Memelihara dan membesarkan benih-benih hewan dan tumbuhan dengan tetap mempertahankan jenisnya
·         Budidaya tanaman obat-obatan / membuat apotik hdup di sekitar rumah


Keterbatasan Ekologis Dalam Pembangunan Dan Upaya mengatasinya

Beberapa contoh terjadinya bencana lingkungan akibat pencemaran yaitu :
1.       Pencemaran oelh air rasa dari limbah industri mengakibatkan penyakit minamata, keracunan karena makan ikan dari laut yang tercemar
2.       Terjadi erosi dan banjir di berbagai bagian bumi
3.       Terganggunya udara di London dan Los Angeles akibat asap berbagai industri
4.       Kekeringan dan kelaparan di Ethiopia
5.       Pencemaran limbah industri dan rumah tangga yang menyebabkan pencemaran air tanah dan air permukaan.
6.       Pencemaran yang disebabkan karena kecelakaan.

Jaringan Interaksi Unsur-Unsur Lingkungan (Sosio-Biofisikal)

1.       Interaksi dan rentetan permasalahan rumit
Pada hakekatnya bersumber pada 5 permasalahan pokok yaitu :
a.       Pengembangan permasalahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang semakin terbatas
b.       Dinamika kependudukan
c.        Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata
d.       Perkembangan IPTEK yang apabila tidak disertai dengan moral akan merusak keserasian kehidupan di dunia
e.        Lingkungan hidup yang semakin jelek menyebabkan jaringan interaksi unsur lingkungan tidak berfugsi dengan baik.
2.       Interaksi Kehidupan EKOSUSBUD yang menimbulkan masalah penduduk dan lingkungan
  
Pembangunan Harus Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Pembangunan itu harus berwawasan lingkungan, yaitu lingkungan diperhatikan sejak mulai pembangunan itu direncanakan sampai pada waktu operasi pembangunan itu. Dengan pembangunan berwawasan lingkungan, pembangunan dapat berkelanjutan .
Pembangunan berkelanjutan adalah ” pembangunan yang memenuhi kebutuhannya sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka ”.

Pembangunan Berkelanjutan Membawa Perubahan

Pembangunan selalu membawa perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah baik menurut ukuran manusia.
Misalkan di suatu daerah sering terjadi penyakit Demam Berdarah, Dalam keadaan ini hidup dengan kualitas lingkungan yang rendah. Pembangunan dilancarkan utuk mengubah hal tersebut. Mulai dari penataan lingkungan yang bersih, hingga penyuluhan serta pemberian obat anti DB, maka setelah beberapa waktu keadaan dengan kualitas hidup rendah dapat dihilangkan sehingga penyakit DB tidak lagi muncul di daerah tersebut.

Indonesia Dalam Era Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses penyebaran hal-hal baru, khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Beberapa kondisi tentang globalisasi :
1.       Berbagai saluran proses globalisasi, antara lain :
·         Lembaga pendidikan dan Ilmu pengetahuan serta lembaga keagaaman
·         Lembaga perniagaan dan industri internasional
·         Saluran komunikasi, telekomunikasi internasional dan turisme
·         Lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional
·         Lembaga kenegaraan yang mengatur hubungan diplomatik
2.       Kecenderungan dan respon masyarakat terhadap globalisasi
·         Masyarakat yang menerima arus globalisasi
·         Masyarakat yang menolak arus globalisasi
·         Unsur-unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat, teknologi yang rumit, unsur budaya luar yang menyangkut paham ideologi dan politik
·         Unsur-unsur globalisasi yang bisa diterima masyarakat adalah mudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, teknologi tepat guna, pendidikan formal mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
3.       Dampak Globalisasi terhadap budaya Indonesia
·         Dampak negatif yaitu
a.       Terjadi goncangan budaya bangsa akibat penonjolan budaya asing
b.       Terjadi ketimpangan budaya masyarakat maju
c.        Memperkecil unsur-unsur kebudayaan asli akibat desakan budaya asing
d.       Cenderung bersifat konsumerisme
e.        Cenderung melakukan pemborosan dan bersikap tidak jujur
f.        Tidak mau bekerja keras
·         Dampak positif yaitu
a.       Masyarakat berwawasan semakin luas
b.       Masyarakat dapat mengambil hikmah dari peristiwa penting dari luar negeri
c.        Masyarakat dapat mengembangkan kebudayaan bangsa yang menyangkut budaya dan peradaban
d.       Masyarakat bersifat kritis dan aktif terhadap permasalahan aktual yang menyangkut budaya
e.        Globalisasi akan memperkaya unsur kebudayaan Indonesia

Kualitas Lingkungan Untuk Kelangsungan Hidup

Kualitas hidup dapat diukur dengan kriteria sengai berikut :
1.       Derajat dipenuhi kebutuhan untuk hidup sebagai makhluk hayati. Kebutuhan ini bersifat mutlak, yang didorong oleh keinginan manusia untuk menjaga kelangsungan hidup hayatinya.
2.       Derajatr dipenuhinya kebutuhan untuk hidup manusiawi. Kebutuhan hidup ini bersifat relatif, walaupun ada kaitannya dengan  kebutuhan hidup jenis pertama diatas.


 












Kerusakan Lingkungan Hidup

1.       Letusan Gunung Berapi mengakibatkan kerusakan lingkungan antara lain :
a.       Melemparkan material padat yang dapat menimpa perumahan
b.       Hujan abu vulkanik menyebabkan terganggunya pernapasan dan pemandangan yang gelap
c.        Aliran lahar meyebabkan pendangkalan sungai
d.       Lava panas, setelah membeku menghambta pertumbuhan tanaman
e.        Awan panas, dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinya.
2.       Gempa Bumi, kerusakannya antara lain :
a.       Dapat terjadi banjir sebagai akibat rusaknya tanggul bendungan
b.       Gempa yang terjadi di bawah dasar lut akan menyebabkan Tsunami
c.        Tanah merekah menyebabkan jalan raya terputus
d.       Akibat goncangan kuat maka dapat terjadi tanah longsor
e.        Gempa juga mengakibatkan rumah atau bangunan roboh
f.        Akibat pengiring gempa menyebabkan hubungan arus pendek

3.       Badai siklon, Tipenya antara lain :
a.       Siklon tropik biasa terjadi di permukaan laut dengan kekuatan dari yang sedang hingga sangat kuat
b.       Siklon gelombang di daerah lintang sedang dan lintang tinggi, bentuknya dari mulai lemah sampai yang kuat.
c.        Tornado di AS, merupakan siklon hebat  yang berasal dari angin yang sangat kuat
4.       Kerusakan Akibat kegiatan manusia, antara lain :
  1. Kerusakan hutan
  2. Pencemaran lingkungan
·         Pencemaran akibat limbah padat
·         Pencemaran Air
·         Pencemaran Udara

Proses rusaknya lapisan ozon adalah sebagai berikut :
·         Lapisan ozon akan bereaksi dengan zat-zat tertentu yang sampai ke lapisan itu antara lain flourokarbon.
·         Flourokarbon yang membumbung ke udara akan masuk ke lapisan ozon, selanjutnya mengambil lapisan ozon sehingga lapisan semakin berkurang.
·         Flourokarbon banyak terdapat  pada barang buatan manusia seperti lemari es, mesin pendingin udara, busa, semprotan minyak wangi, dan semprotan insektisida.
·         Kalau hal tersebut terjadi secara terus menerus maka laipsan ozon akan hilang jika keadaan tersebut terjadi maka sinar ultra violet akan menerobos masuk ke permukaan bumi dalam jumlah yang melebihi ambang batas.

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup
Berbagai upaya pelestarian lingkungan antara lain :
1.       Upaya pelestarian hutan yaitu tebang pilih, reboisasi da sistem tumpang sari
2.       Upaya pelestarian keanekaragaman hayati yaitu melestarikan varietas asli tanaman.
3.       Upaya pelestarian tanah dan sumber daya air yaitu pencegahan pencemaran, pengamanan pintu-pintu air, penggunaan air yang tidak boros, program kali bersih.
4.       Upaya pelestarian sumber daya udara yaitu penanaman pohon pembatas jalan raya dan hutan kota sebagai paru-paru kota, uji emisi gas kendaraan bermotor.

Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan
Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki negara secara bijaksana.
 Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah upaya peningkatan kualitas manusia secara bertahap dengan memperhatikan faktor lingkungan
Pembangunan Berkelanjutan yaitu pembangunan yang berorientas pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, efisien, dan memperhatikan pemanfaatan baik untuk generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.

Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan :
1.       Menggunakan pendekatan integratif, maka keterkaitan yang komplek antara manusia dengan lingkungan dapat dimungkinkan untuk masa kini dan akan datang
2.       Menggunakan pandangan jangka panjang untuk merencanakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang mendukung pembangunan agar secara berkelanjut dapat digunakan dan dimanfaatkan.
3.       Menjamin pemerataan dan keadilan, strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahandan faktor produksi, pemerataan kesempatan peremuan, dan pemerataan ekonomi unutk kesejahteraan.
4.       Menghargai keanekaragaman hayati, karena merupakan ndasar bagi tatanan lingkungan. Pemeliharaan keanekaragaman hayati memiliki kepastian bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berlanjut untuk masa kini dan masa akan datang.

 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

AMDAL lahir dengan diundang-undangkan tentang lingkungan hidup di AS yaitu Natina Environmental Policy Act (NEPA) tahun 1969.
AMDAL merupakan reaksi masyarakat amerika terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

AMDAL harus dilakukan dengan 2 macam cara yaitu :
1.       AMDAL harus dilakukan untuk proyek yang akan dibangun karena UU dan peraturan pemerintah menghendaki demikian.
2.       AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan.

Kegunaan AMDAL bagi pemerintah :
a.       Menghindarkan perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air, udara, kebisingan sehingga tidak menganggu kesehatan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
b.       Menghindarkan pertentangan2 yang mungkin timbul
c.        Mencegah agar potensi sumber daya yang dikelola tersebut tidak rusak
d.       Mencegah rusaknya sumber daya alam yang lain di luar lokasi proyek.
e.        Sesuai dengan rencana pembangunan daerah, nasional, ataupun internasional serta tidak menganggap proyek lain
f.        Menjamin manfaat yang jelas bagi masyarakat umum
g.        Sebagai alat pengambil keputusan pemerintah

Kegunaan AMDAL bagi masyarakat :
a.       Turut serta dalam pembangunan di daerah sejak dari awal
b.       Mengetahui rencana pembangunan di daerahnya
c.        Mengetahui perubahan lingkungan di masa sesudah proyek dibangun hingga dapat memanfaatkan kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya
d.       Memahami hal ihwal mengenai proyek secara jelas akan ikut menghindarkan timbulnya kesalahpahaman
e.        Mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungan dengan proyek tersebut

Identifikasi Wilayah Yang Dikonservasi

Konservasi yaitu usaha perlindungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di permukaan bumi yang bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebihmendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia.

Strategi pelaksanaan konservasi antara lain sebagai berikut :
a.       Evaluasi secara menyeluruh kawasan konservasi
b.       Dikembangkannya kawasan-kawasan konservasi untuk menjamin keberadaan dan keterwakilan tipe2 ekosistem
c.        Peningkatan pembinaan hewan liar baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi
d.       Peningkatan pembinaan kawasan suaka alam melalui penilaian keunikan dan keasliannya
e.        Peningkatan pembangunan dan pengelolaan taman nasional, taman wisata, taman hutan raya untuk mendorong industri pariwisata alam baik di daratan maupun di lautan
f.        Peningkatan keterpaduan kawasan konservasidengan pembangunan wilayah
g.        Penerapan AMDAL secara ketat bagi semua kegiatan pembangunan kehutanan.
h.       Pemantapan kegiatan perlindungan hutan melalui peningkatan kegiatan operasi pengamannan hutan terpadu, penanaman cinta alam, penyuluhan serta peningkatan jumlah dan mutu polisi khusus kehutanan dan penyuluh kehutanan bidang konservasi.
i.         Peningkatan pengelolaan hutan lindung

Penyajian Informasi Tentang Persebaran Wilayah Konservasi
1.       Persebaran wilayah konservasi
a.       Perlindungan sistem penyangga kehidupan
b.       Pengawetan keanekaragaman jenis hewan dan tumbuhan beserta ekosistemnya
Kawasan suaka alam terdiri atas :
Cagar Alam adalah kawasan suaka alam selain mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, juga berfungsi sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan.
Suaka margasatwa, kawasan khusus yang digunakan unutk melindungi hewa tertentu agar tidak punah . Didalamnya dapat dilakukan kegiatan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengethauan, wisata terbtas, dan kegiatan budidaya.
c.        Pengawetan jenis hewan dan tumbuhan
d.       Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya
e.        Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar
f.        Usaha pelestarian kekayaan alam dan lingkungannya, antara lain :
1)       Rehabilitasi dan reklamasi lahan kritis
2)       Program kali bersih
3)       Pengelolaan pantai dan lautan
4)       Pengembangan dan pengelolaan keanekaragaman hayati
5)       Program pengendalian intrusi air asin
6)       Usaha menjaga kelestarian dan meningkatkan sumber daya alam
7)       Usaha mereorientasi teknologi dan mengelola resiko


Ada kesalahan di dalam gadget ini